Selasa, 08 Desember 2009

CONTOH LAPORAN HASIL PLP (PPL)

0 komentar

LAPORAN HASIL PRAKTEK LATIHAN PROPESI DI SMK PGRI 1 PARIWISATA CIANJUR
BAB I
PENDAHULUAN

A. Dasar dan Latar Belakang
1. Dasar
Program Latihan Profesi (PLP) merupakan bagian dari program akademik Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Suryakancana Cianjur. Adapun yang menjadi dasar pelaksanaan PLP ini adalah sebagai berikut :
 Kurikulum Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Suryakancana Cianjur yang berorientasi pada kurikulum UPI Bandung.
 Program kerja Unit Pelaksana Teknis PLP FKIP UNSUR Cianjur.
2. Latar Belakang
Program Latihan Profesi (PLP) merupakan program institusional lembaga-lembaga pendidikan. Program pendidikan di sekolah bertujuan untuk membantu siswa dalam mengembangkan pribadinya dalam mencapai tingkat perkembangan dan realisasi diri sehingga dituntut adanya guru profesional.
Ilmu kependidikan adalah salah satu cabang disiplin ilmu yang harus dimiliki dan dikuasai oleh setiap guru terlebih lagi oleh mahasiswa calon guru guna mewujudkan profesionalisme dalam bidang keguruan. Oleh karena itu, banyak aspek yang harus dipelajari dalam dunia pendidikan.
Kenyataan telah membuktikan bahwa selama ini masih banyak guru yang pertama kali terjun ke lapangan kurang memahami dengan baik segala hal yang menyangkut tugas dan tanggung jawabnya, baik yang berhubungan dengan teknik administrasi maupun pengelolaan kegiatan belajar mengajar. Hal ini disebabkan kurangnya pemahaman mengenai pelaksanaan Program Latihan Profesi ketika masih duduk di bangku kuliah.
Berdasarkan hal-hal tersebut, maka demi terwujudnya profesi guru yang profesional, mahasiswa calon guru yang telah memiliki bekal teoritis tentang kependidikan melalui bangku kuliah harus dapat mengaplikasikannya di lapangan sebagai pengalamannya lebih nyata, langsung dan bermakna bagi mahasiswa itu sendiri.
Melalui kegiatan PLP ini, diharapkan mahasiswa mendapat bekal yang memadai serta sudah siap apabila harus terjun kedalam situasi yang sebenarnya.

B. Landasan Teoritis dan Praktis
1. Landasan Teoritis
• Praktik keguruan merupakan salah satu syarat dalam menyelesaikan studi strata 1 (S1) bagi mahasiswa kependidikan.
• Praktik keguruan merupakan kegiatan lapangan yang telah ditentukan dan diprogramkan oleh Biro Akademis Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Suryakancana Cianjur.
• Praktik keguruan merupakan penerapan dan realisasi dari teori-teori yang telah diperoleh selama masa perkuliahan.
• Praktik keguruan memberikan pengalaman langsung di lapangan mengenai gambaran tentang pelaksanaan pekerjaan sebagai guru di sekolah terutama di kelas.
• Praktik keguruan merupakan sarana dalam meningkatkan mutu mahasiswa sebagai calon guru yang profesional.

2. Landasan Praktis
a. Pelaksanaan PLP dilaksanakan di 15 lokasi sekolah di wilayah Cianjur, yaitu :
• SMAN 2 Cianjur
• SMAN 1 Cilaku
• SMA Pasundan 1 Cianjur
• SMA PGRI Cianjur
• MAN Pacet
• SMKN 1 Cianjur
• SMKN 1 Pacet
• SMK PGRI 1 Pariwisata Cianjur
• SMK PGRI 2 Cianjur
• SMK PGRI 3 Cianjur
• SMK Pasundan Cianjur
• SMPN 1 Cianjur
• SMPN 2 Cianjur
• SMPN 3 Cianjur
• SMPN 4 Cianjur
b. Kelas yang digunakan praktik untuk SMA/SMK kelas I dan II sedangkan untuk SMP kelas I, II dan III
c. Semua praktikan dibimbing oleh seorang guru pamong ditambah guru mata pelajaran masing-masing praktikan
d. Anggota praktikan di SMK PGRI 1 Pariwisata Cianjur berjumlah 14 orang yang berasal dari empat jurusan, yakni ; jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), PKn, Pendidikan Matematika, dan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR).
Adapun anggota praktikan yang berjumlah 14 orang itu adalah sebagai berikut :
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI)
 Neng Gista Lestafa
 Nova Nurhayati
 Resti Fatimah
 Ina Sopinah
 Asep Purnama

PKn
 Popy Polianti
 Acep Hilman

Pendidikan Matematika
 Erva Nurmala
 Neni Nuraini
 Sisca Ziinattunnisa
 Agus Saepudin

Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR)
 Asep Irwan Firmansyah
 Aris Sutaryat
 Ilham Kusala

BAB II
TUJUAN PELAKSANAAN PRAKTIK KEGIATAN

A. Tujuan Umum
Tujuan umum praktik keguruan mahasiswa FKIP UNSUR Cianjur adalah sebagai berikut :
1. Agar menghasilkan dan mencetak tenaga baru dalam bidang pendidikan yang memiliki ilmu pengetahuan, sikap dan keterampilan yang memadai dalam rangka turut menunjang pelaksanaan pencapaian tujuan Pendidikan Nasional.
2. Agar mampu mengembangkan pengetahuan dan keterampilan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas sumber daya manusia.
3. Agar memperoleh pengalaman langsung di lapangan sehingga mahasiswa FKIP sebagai calon tenaga pendidik mendapat suatu gambaran tentang bentuk dan jenis pekerjaan yang akan di hadapinya.
4. Aplikasi dari pengetahuan yang didapat dari bangku kuliah terutama yang berkaitan dengan kompetensi guru ataupun calon guru yang meliputi kompetensi pribadi, kompetensi profesional dan kompetensi kemasyarakatan.
5. Agar dapat mengkaji bahan – bahan permasalahan yang akan di ajarkan dan memungkinkan untuk di kembangkan.
6. Agar dapat ikut serta mengatasi kesulitan-kesulitan teknis edukatif dan administrasi di sekolah tempat berlangsungnya praktek keguruan.
B. Tujuan Khusus
Tujuan khusus praktik keguruan bagi mahasiswa FKIP adalah sebagai berikut:
1. Mengenal suasana dan kondisi belajar di sekolah tempat praktikan mengajar;
2. Mengenal administrasi sekolah dan administrasi kelas;
3. Mengenal Organisasi Sekolah;
4. Mengenal Program Osis dan kegiatan ekstrakurikuler;
5. Mengenal tata tertib siswa yang diterapkan dan dilaksanakan di sekolah tempat praktikan;
6. Mengenal cara pembinaan siswa dan memelihara dan memperindah sekolah;
7. Menerapkan ilmu keguruan yang telah dipelajari dibangku perkuliahan;
8. Beradaptasi dengan lingkungan sekolah;
9. Menanamkan rasa tanggung jawab mahasiswa sebagai calon pendidik, sehingga terjadi perubahan sikap dan tanggung jawab dari setiap mahasiswa terhadap profesi keguruan yang akan digelutinya;
10. Agar mahasiswa memperoleh pengalaman secara langsung di lapangan mengenai gambaran pelaksanaan tugas dan tanggung jawab pendidikan di sekolah dan di kelas;

BAB III
PROGRAM OPERASIONAL

A. Kegiatan yang Dilaksanakan
Kegiatan yang dilaksanakan selama Program Latihan Profesi (PLP) di SMK PGRI 1 Pariwisata Cianjur meliputi kegiatan orientasi, observasi, adaptasi, dan praktik mengajar.
Kegiatan orientasi, observasi, dan adaptasi merupakan langkah awal untuk dapat melakukan suatu aktivitas sebenarnya. Tanpa kegiatan tersebut kita akan merasa canggung bahkan asing dengan lingkungan atau kondisi pekerjaan yang akan dijalani.
Dengan tiga kegiatan tersebut, penulis jabarkan hasil-hasil kegiatan sebagai berikut :
1. Kegiatan Orientasi
Kegiatan orientasi merupakan kegiatan pertama yang dilakukan selama pelaksanaan PLP. Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan diri dalam melaksanakan tugas sebagai guru praktikan. Kegiatan ini meliputi hal-hal sebagai berikut :
 Mempersiapkan diri menerima petunjuk dan pengarahan dari koordinator, kepala sekolah, guru pamong, guru pembimbing dan petugas lainnya mengenai tugas dan aturan yang harus diemban dalam melaksanakan Program Latihan Profesi.
 Mempelajari dan menerima tugas dari koordinator PLP berupa :
1) Informasi dan pengarahan dari guru pamong
2) Melaksanakan kegiatan di dalam maupun di luar kelas
3) Informasi lain yang menunjang dalam pelaksanaan PLP
 Mempelajari :
1) Struktur Organisasi Sekolah
2) Kurikulum sekolah yang mencakup :
- Program Tahunan
- Program Semester
- Penjadwalan
- Tes Formatif
- Tes Sumatif
- Evaluasi belajar tahap akhir
- Silabus
- Perpustakaan sekolah
3) Administrasi sekolah yang mencakup :
- Presensi (guru, karyawan, dan siswa)
- Buku Induk
- Leger
- Buku mutasi
- Tugas dan kewajiban wali kelas
- Buku piket
- Buku tamu

4) Administrasi kelas yang mencakup :
- Agenda kegiatan belajar mengajar
- Absensi
- Leger siswa
- Biodata siswa
- Catatan pribadi siswa
5) Kesiswaan yang mencakup :
- OSIS
- Program ekstrakurikuler
- Karyawisata dan K3
6) Program Bimbingan dan Penyuluhan
7) Program Bimbingan Karir

2. Kegiatan Observasi
Mengadakan kegiatan langsung untuk memperoleh data dan informasi mengenai fasilitas-fasilitas yang ada di SMK PGRI 1 Pariwisata Cianjur. Data tersebut diolah dan dianalisis sehingga pelaksanaan kegiatan-kegiatan selanjutnya tidak mendapatkan kesulitan-kesulitan.

3. Adaptasi
a. Sejak awal sampai akhir kegiatan di lapangan praktikan dapat menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi sekolah dan selalu menjalin hubungan baik dengan :
1) Kepala sekolah
2) Guru-guru
3) Karyawan Tata Usaha
4) Siswa
5) Pengurus BP3
b. Praktikan menyadari akan pentingnya tugas dan kewajiban yang dibebankan oleh koordinator, kepala sekolah dan guru pamong dalam melaksanakan seluruh kegiatan praktik di lapangan.

4. Praktik Mengajar
Praktik mengajar mulai dilaksanakan pada tanggal 7 September sampai dengan 7 Desember 2009. Sebelumnya praktikan diberikan pengarahan dari Kepala Sekolah dan bagian kurikulum mengenai hal-hal yang harus dilaksanakan.

B. Kondisi Objektif SMK PGRI 1 Pariwisata Cianjur
1. Sejarah Sekolah
Salah satu sekolah swasta yang sudah cukup lama berdiri dan melayani masyarakat dalam melaksanakan pendidikan adalah sekolah PGRI yaitu sekolah yang didirikan dibawah naungan yayasan PPLP DIKDASMEN PGRI yang beralamat di Jl. Aria Cikondang No. 22 Cianjur.
SMK PGRI 1 Pariwisata adalah salah satu dari beberapa sekolah yang diselenggarakan dibawah naungan yayasan PGRI tersebut. Seolah ini didirikan tahun 1979 dngan SK pendirian No. 922/i.02/M.81/tgl 25 Juni 1981. Dalam perjalanannya sejak tahun 1979 sampai sekarang SMK PGRI 1 Pariwisata mengalami beberapa kali penggantian kepala sekolah yaitu sebagai berikut :
1. Pendiri : Ny. Hj. Tita S. Somantri (1979 - 1992)
2. Pengembang I : Ny. Hj. Tuti Supardi (1992 - 2000)
3. Pengembang II : Ny. Hj. Tuti Djulaeha (2000 - 2007)
4. Pengembang III : Ny. Lilih Sulastri, S.Pd (2007 - sekarang)
Pada tahun ajaran 2008 – 2009 ini membuka jurusan baru yaitu jurusan Perbankan, dengan begitu melengkapi 3 jurusan yang telah ada sebelumnya yaitu jurusan Restoran, Tata Busana, dan Akomodasi Perhotelan.
SMK PGRI 1 Pariwisata bertekad untuk menjadi lembaga pendidikan yang mempunyai keterampilan profesionalisme sesuai kebutuhan industri dalam menyongsong era globalisasi yang merupakan visi dari SMK PGRI 1 Pariwisata dari mulai berdiri sampai saat ini dan akan terus mengukir sejarah dimasa yang akan datang.

2. Lokasi/Denah Sekolah dan Administrasi Kurikulum
a) Lokasi Sekolah
SMK PGRI 1 Pariwisata berlokasi di jalan Gatot Mangkupraja No. 39 B Desa Nagrak Kecamatan Cianjur Kabupaten Cianjur.
b) Administrasi Kurikulum
2.1 Susunan Program Pembelajaran Normatif Semua Jurusan :
No. Mata Pelajaran Jumlah Jam Pelajaran
1.
2.
3.
4.
5. PKn
Pendidikan Agama Islam
Bahasa Indonesia
Mulok Bahasa Sunda
Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 2
2
2
2
2
Jumlah 10

Keterangan :
Lamanya 1 jam pelajaran : 45 menit
a. Jurusan Restoran kelas X : 1 kelas
Jurusan Tata Busana kelas X : 1 kelas
Jurusan Akomodasi Perhotelan kelas X : 1 kelas
Jurusan Perbankan kelas X : 1 kelas
Jumlah jam pelajaran normatif selama seminggu kelas X,
4 kelas × 10 jam = 40 jam

b. Jurusan Restoran kelas XI : 1 kelas
Jurusan Tata Busana kelas XI : 1 kelas
Jurusan Akomodasi Perhotelan kelas XI : 1 kelas
Jurusan Perbankan kelas XI : 1 kelas
Jumlah jam pelajaran normatif selama seminggu kelas XI,
4 kelas × 10 jam = 40 jam

c. Jurusan Restoran kelas XII : 1 kelas
Jurusan Tata Busana kelas XII : 1 kelas
Jurusan Akomodasi Perhotelan kelas XII : 1 kelas
Jumlah jam pelajaran normatif selama seminggu kelas XII,
3 kelas × 10 jam = 30 jam

2.2 Susunan Program Pembelajaran Adaptif Semua Jurusan :
No. Mata Pelajaran Jumlah Jam Pelajaran
1.
2.
3.
4.
5. Bahasa Inggris
Matematika
IPA
KKPI
IPS 4
3
2
2
2
Jumlah 13

Keterangan :
Lamanya 1 jam pelajaran : 45 menit
a. Jurusan Restoran kelas X : 1 kelas
Jurusan Tata Busana kelas X : 1 kelas
Jurusan Akomodasi Perhotelan kelas X : 1 kelas
Jurusan Perbankan kelas X : 1 kelas
Jumlah jam pelajaran normatif selama seminggu kelas X,
4 kelas × 13 jam = 52 jam

b. Jurusan Restoran kelas XI : 1 kelas
Jurusan Tata Busana kelas XI : 1 kelas
Jurusan Akomodasi Perhotelan kelas XI : 1 kelas
Jurusan Perbankan kelas XI : 1 kelas
Jumlah jam pelajaran normatif selama seminggu kelas XI,
4 kelas × 13 jam = 39 jam

c. Jurusan Restoran kelas XII : 1 kelas
Jurusan Tata Busana kelas XII : 1 kelas
Jurusan Akomodasi Perhotelan kelas XII : 1 kelas
Jumlah jam pelajaran normatif selama seminggu kelas XII,
3 kelas × 13 jam = 39 jam
Jumlah jam pelajaran dalam satu minggu diatas belum ditambah mata pelajaran produktif yang terdiri dari praktik dan teori dengan perbandingan 70% praktik dan 30% teori untuk semua jurusan.

2.3 A. Susunan Program Pelajaran Produktif Jurusan Restoran :
No. Mata Pelajaran Jumlah Jam Pelajaran
1.


3. Melaksanakan prosedur hygiene
Membersihkan lokasi kerja dan peralatan
Memberikan pertolongan pertama
Mengorganisir dan menyiapkan makanan
Menggunakan metode dasar memasak
Menyiapkan dan membua bumbu
Menyiapkan dan membuat kaldu dan sup
Menyajikan makanan
Menyiapkan stock dan saus
Menyiapkan sup
Menyiapkan appetizer dan salad
Menyiapkan dan membuat hidangan nasi
Menyiapkan dan membuat seafood
Menyiapkan dan membuat unggas/binatang
Menyiapkan dan membuat sate
Menyiapkan room service
Menghidangkan minuman non alkohol
Menyiapkan dan membuat sandwich
Menerima dan menyimpan persediaan
Menyiapkan dan mengidentifikasi daging
Menyiapkan dessert panas dan dingin
Merencanakan makanan untuk buffet
Memilih sistem jasa boga
Menghidangkan makanan jenis khusus
Mengorganisir operasi makanan jumlah besar
Mengoperasikan outlet makanan cepat saji
Kontrol jasa boga berdasarkan menu
Penghubung dapur dan pelayanan

Jumlah 14

Keterangan :
Lamanya 1 jam pelajaran : 45 menit
Jurusan Restoran kelas X : 1 kelas
Jurusan Restoran kelas XI : 1 kelas
Jurusan Restoran kelas XII : 1 kelas
Jumlah jam pelajaran produktif selama seminggu 3 kelas × 14 jam = 42 jam

2.3 B. Susunan Program Pelajaran Produktif Jurusan Tata Busana :
No. Mata Pelajaran Jumlah Jam Pelajaran
1.



2. Memberikan Pelayanan Prima
MPDLS
Mengikuti Prosedur K3
Menggambar Busana
Melakukan Pengepresan
Menjahit dengan mesin
Menyelesaikan busana dengan jahitan tangan
Membuat hiasan bunga
Melakukan peyempurnaan busana
Memelihara alat jahit
Memilih/membeli bahan
Memotong bahan
Mengukur tubuh
Membuat pola

Jumlah 11

Keterangan :
Lamanya 1 jam pelajaran : 45 menit
Jurusan Tata Busana kelas X : 1 kelas
Jurusan Tata Busana kelas XI : 1 kelas
Jurusan Tata Busana kelas XII : 1 kelas
Jumlah jam pelajaran produktif selama seminggu 3 kelas × 11 jam = 33 jam

2.3 C. Susunan Program Pelajaran Produktif Jurusan Akomodasi Perhotelan :
No. Mata Pelajaran Jumlah Jam Pelajaran
1. Bekerja dengan teman dan pelanggan
Bekerja di lingkungan berbeda secara sosial
Mengikuti prosedur K3 ditempat kerja
Mengembangkan pengetahuan industri hotel 2
2. Menerima memproses reservasi
Layanan akomodasi reception
Menyediakan jas porter
Membersihkan lokasi/peralatan
Menangani linen pakaian tamu
House keeping untuk tamu
Menyiapkan kamar untuk tamu 9
Jumlah 11

Keterangan :
Lamanya 1 jam pelajaran : 45 menit
Jurusan Akomodasi Perhotelan kelas X : 1 kelas
Jurusan Akomodasi Perhotelan kelas XI : 1 kelas
Jurusan Akomodasi Perhotelan kelas XII : 1 kelas
Jumlah jam pelajaran produktif selama seminggu 3 kelas × 11 jam = 33 jam

2.3 D. Susunan Program Pelajaran Produktif Jurusan Perbankan :
No. Mata Pelajaran Jumlah Jam Pelajaran
1. Menyiapkan pengelolaan administrasi kas bank 2
2. Mengidentifikasi mutasi kas bank 3
3. Membukukan mutasi kas bank 3
4. Menyusun rekonsiliasi bank 3
Jumlah 11

Keterangan :
Lamanya 1 jam pelajaran : 45 menit
Jurusan Akomodasi Perbankan kelas X : 1 kelas
Jurusan Akomodasi Perbankan kelas XI : 1 kelas
Jumlah jam pelajaran produktif selama seminggu 2 kelas × 11 jam = 22 jam

c) Denah Bangunan SMK PGRI 1 Pariwisata Cianjur

Keterangan :
A. Kantor
B. Kafe
C. Ruang Kajur
D. Ruang Kelas
E. Ruang Praktek AP
F. Ruang Praktek TB
G. Ruang Praktek Restoran
H. Lapangan

d) Keadaan Personal Sekolah
1. Keadaan Personal
A. Susunan Organisasi SMK PGRI 1 Pariwisata Cianjur :
1. Kepala Sekolah : Ny. Lilih Sulastri, S.Pd
2. WK. Kepala Sekolah : Dra. Hj. Euis Sartika
3. Bid. Kurikulum : Neneng Hermawati, S.Pd
4. Bid. Sarana Prasarana : Kunkun Mutaqin
5. Bid. Keuangan : Meti Darmiati, S.Pd
6. Bid. Kesiswaan : Santy Kusmiati, S.Pd
7. Bid. Humas : Deni Agus Setiawan
8. Ketua Jurusan Restoran : Atih Rohaenah
9. Ketua Jurusan Tata Busana : Neneng Hermawati, S.Pd
10. Ketua Jurusan Akomodasi Perhotelan : Teni Sanusi, S.Pd
11. Ketua Jurusan Perbankan : Rahmat Adi Kusuma, SE
12. Wali Kelas
• Wali Kelas XA : Atih Rohaenah
• Wali Kelas XB : Atih Rohaenah
• Wali Kelas XC : Adi Septiana, SH
• Wali Kelas XD : Rahmat Adi Kusuma, SE
• Wali Kelas XIA : Teni Sanusi, S.Pd
• Wali Kelas XIB : Teni Sanusi, S.Pd
• Wali Kelas XIC : Neneng Hermawati, S.Pd
• Wali Kelas XID : Yeti Rosita, S.Pd
• Wali Kelas XIIA : Meti Darmiati, S.Pd
• Wali Kelas XIIB : Meti Darmiati, S.Pd
• Wali Kelas XIIC : Meti Darmiati, S.Pd

B. Keadaan Guru dan pegawai
1. Status Guru dan pegawai
No Status Kepagawaian L P Jumlah Ket
1 PNS - 4 4 -
2 GBS - - - -
3 GTY 1 5 6 -
4 TUTT 2 2 4 -
5 GTT 8 5 13 -
6 PTT 1 - 1 -
Jumlah 12 16 28

2. Keadaan Guru dan Pegawai Tahun 2009/2010
No. Nama Tempat tgl. Lahir L/P Ijazah Tahun Masa Kerja sekolah ini Jabatan Ket
1. Lilih Sulastri S.Pd Cianjur, 11-09-1966 P 1999 2 Tahun Kepsek -
2. Dra. Hj Euis Sartika Cianjur, 02-09-1959 P 1985 4 Tahun Guru -
3. Teny Sanusi S.Pd Cianjur, 03-11-1971 P 2005 6 Tahun Guru -
4. Meti Darmiati S.Pd Cianjur, 19-05-1977 P 2002 6 Tahun Guru -
5. Neneng Hermawati S.Pd Cianjur, 27-03-1968 P 2003 7 Tahun Guru -
6. Dandan Hendayan S.Pd Cianjur, 10-09-1976 L 2002 7 Tahun Guru
7. Neni Maesaroh S.Pd Bandung, 01-08-1973 P 2000 4 Tahun Guru -
8. Akbar Abdul Wahab S.Pdi Garut, 05-12-1981 L 2005 4 Tahun Guru -
9. Santi Kusmiati S.Pd Cianjur, 20-10-1978 P 2006 4 Tahun Guru -
10. Kunkun Mutaqin S.Pd Jakarta, 15-10-1983 L 2003 3 Tahun Guru -
11. Atih Rohaenah Cianjur, 08-03-1961 P 1981 12 Tahun Guru -
12. Yeti Rosita S.Pd Cianjur, 24-10-1979 P 2005 6 Tahun Guru -
13. Pupu Saripudin Amd.SE Cianjur, 26-05-1971 L 1999 3 Tahun Guru -
14. Asep Solehudin Cianjur, 11-02-1968 L 1990 3 Tahun Guru -
15. Deni Agus Setiawan Cianjur, 02-06-1980 L 1995 3 Tahun Guru -
16. Yandi Yusup Mardiana S.Pd Cianjur, 25-03-1983 L 1998 2 Tahun Guru -
17. Bunyamin S.Pd Cianjur, 02-08-1957 L 1986 1 Tahun Guru -
18. M. Rahmat Adi Kusuma, SE Cianjur, 15-10-1983 L 2001 1 Tahun Guru -
19. Adi Septiana S.H Cianjur, 11-09-1981 L 2004 0 Tahun Guru -
20. Tiara Lestari S.Pd Tasikmalaya, 21-08-1985 P 2008 0 Tahun Guru -
21. Kristiana Cianjur, 19-10-1981 L 2000 0 Tahun Guru -


3. Pembagian Tugas Mengajar
No Nama Mata Pelajaran Ket
1 Dra. Hj Euis Sartika B. Indonesia
2 Teny Sanusi S.Pd Tata Hidang
3 Meti Darmiati S.Pd IPS
4 Neneng Hermawati S.Pd PKn/Prod TB
5 Dandan Hendayan S.Pd Matematika
6 Neni Maesaroh S.Pd P2M/Ilmu Gizi
7 Akbar Abdul Wahab S.Pdi PAI
8 Santi Kusmiati S.Pd Penjas/Seni Budaya
9 Kunkun Mutaqin S.Pd KKPI
10 Atih Rohaenah P2M ORIENTAL
11 Yeti Rosita S.Pd Prod TB
12 Pupu Saripudin Amd.SE M2R/MLAP
13 Asep Solehudin MLKUT/PKTK
14 Deni Agus Setiawan IPA
15 Yandi Yusup Mardiana S.Pd Penjaskes
16 Bunyamin S.Pd B. Inggris
17 M. Rahmat Adi Kusuma, SE Prod Perbankan
18 Adi Septiana S.H PSPJ
19 Tiara Lestari S.Pd Ilmu Gizi
20 Kristiana Matematika


C. Masalah Pendidikan
Masalah-masalah pendidikan ditimbulkan oleh 2 faktor penyebab yaitu faktor internal dan faktor ekternal. Faktor Eksternal adalah yang ditimbulkan dari luar pendidikan seperti masalah ekonomi, sosial dan sebagainya, sedangkan faktor internal pemicunya datang dari dunia pendidikan itu sendiri. Dalam hal ini penulis menyoroti hal yang paling krusial dari dua sisi antaranya :
1. Faktor Pendidikan seperti :
a. Ketidak mampuan siswa dalam belajar
b. Sistem penilaian (evaluasi) yang kurang baik
c. Sekolah atau kelas yang tidak menyenangkan
d. Buku penunjang maupun buku paket yang memadai bahkan sama sekali tidak ada
e. Kurangnya tenaga pengajar / guru yang sesuai dengan disiplin ilmu
2. Faktor yang melatar belakangi mengenai ekonomi keluarga meliputi:
a. Ketidak mampuan orang tua untuk membiayai anaknya bersekolah
b. Anak harus membantu orang tua mencari nafkah
c. Kurangnya kesadaran orang tua atau masyarakat akan manfaat pendidikan
d. Tuntunan tradisi seperti kawin muda atau pernikahan dini

D. Alternatif Pemecahan Masalah Pendidikan
1. Penyebab timbulnya dari akibat pendidikan maka usaha yang dilakukan adalah:
a. Menata lingkungan sekolah sedemikian rupa, agar anak betah dan merasa nyaman berada di sekolah
b. Menciptakan suasana yang menyenangkan dan rasa aman baik sewaktu anak di dalam kelas maupun diluar sekolah
c. Memberikan bimbingan kepada guru yang disampaikan oleh sekolah agar mampu menciptakan situasi belajar mengajar yang lebih baik dan menyenangkan
d. Menyadarkan guru agar sikapnya yang tidak sesuai dengan norma-norma pedagogik
2. Penyebab dari faktor non-pendidikan dapat dilakukan langkah-langkah sebagai berikut :
a. Bila penyebab ketidakmampuan orang tua untuk membiayai anaknya sekolah adalah ekonomi, maka hal yang perlu dipecahkan sebagai berikut :
1) Mengurangi kewajiban orang tua dalam membayar iuran yang menjadi kewajibannya
2) Adanya beasiswa untuk anak yang berprestasi
3) Mencari adanya orang tua angkat atau orangtua asuh
4) Bantuan kesejahteraan Murid (BKM) hendaknya dapat mengidentifikasi melalui wawancara dan survei yang dilakukan oleh wali kelasnya masing-masing untuk mengetahui anak mana yang berhak mendapat keringanan biaya pendidikan sekolah
5) Mencari sumbangan-sumbangan dari pihak lain yang mengikat.
b. Bila anak ikut mencari nafkah dalam membantu orang tua, maka cara yang ditempuh untuk mencari pemecahannya adalah :
1) Memberikan pengertian kepada orangtua siswa bahwa tanggung jawab untuk mencari nafkah adalah kewajiban orang tua bukan malah dibebankan kepada anaknya sedangkan anak dapat membantu orang tua diluar jam belajar
2) Memberikan pengertian bahwa tugas pokok anak adalah belajar
3) Mengadakan pendekatan ke berbagai pihak lain seperti instansi yang terkait, tokoh masyarakat, pemuda dan sebagainya.
c. Akibat dari orang tua atau masyarakat yang kurang kesadaran tentang manfaat pendidikan, maka usaha yang ditempuh adalah:
1) Memberikan penyuluhan tentang pendidikan, baik secara perorangan maupun bekerja sama dengan pihak lain melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh orangtua atau masyarakat. Contohnya melalui kegiatan pengajian, arisan, dan sebagainya.
2) Membedakan contoh konkrit kepada masyarakat atau orang tua bahwa pendidikan sangat penting dan diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini termasuk penyebab yang di timbulkan akibat adanya kawin muda atau pernikahan dini.

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil kegiatan praktek pengalaman lapangan, dapat disimpulkan bahwa peningkatan mutu pendidikan dapat dilakukan dengan cara :
1. Mengadakan hubungan berbagai pihak khususnya pihak-pihak yang terkait dalam menangani pendidikan
2. Kegiatan belajar mengajar disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku ditambah dengan kurikulum yayasan atau mulok.
3. Pelayanan yang sudah cukup baik terhadap orangtua siswa atau masyarakat
B. Saran
Untuk memajukan dan meningkatkan kuantitas dan kualitas pendidikan diperlukan adanya :
1. Perlu adanya peningkatan sarana dan prasarana seperti labolatorium bahasa dan alat penunjang kegiatan belajar lainnya
2. Dipandang perlu bagi personal sekolah untuk mempersiapkan perencanaan yang matang dalam meningkatkan mutu pendidikan
3. Meningkatkan informasi dan pelayanan terhadap masyarakat pentingnya pendidikan, khususnya yang dilaksanakan oleh sekolah-sekolah swasta.

Read More ..

Read More......

Kamis, 26 November 2009

Makna hari Raya Idul Adha bagi kehidupan manusia di muka bumi

1 komentar

Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu ni’mat yg banyak. Maka dirikanlah salat krn Tuhanmu dan sembelihlah hewan . Sesungguhnya orang-orang yg membenci kamu dialah yg terputus?

Pemberian ni’mat oleh Allah kepada manusia tak terhingga. Anak isteri dan harta kekayaan adl sebagian ni’mat dari Allah. Kesehatan dan kesempatan juga ni’mat yg sangat penting. Manusia juga diberi ni’mat pangkat kedudukan jabatan dan kekuasaan. Segala yg dimiliki manusia adl ni’mat dari Allah baik berupa materi maupun non materi. Namun bersanmaan itu pula semua ni’mat tersebut sekaligus menjadi cobaan atau ujian fitnah atau bala? bagi manusia dalam kehidupannya. Allah berfirman ?Dan ketahuilah bahwasanya harta kekayaanmu dan anak-nakmu adl fitnah . Dan sesungguhnya Allah mempunyai pahala yg besar?.

Meskipun Allah memberikan ni’mat-Nya yg tak terhingga kepada manusia tetapi dalam kenyataan Allah melebihkan apa yang diberikan kepada seseorang daripada yg lain. Sehingga ada yg kaya raya cukup kaya miskin bahkan ada yang menjadi seorang papa gelandangan berteduh di kolong langit. Demikian juga ada yg menjadi penguasa ada yg rakyat jelata. Ada pimpinan/ kepala dan ada bawahan / anak buah. Ini semua juga dalam rangka cobaan bagi siapa yang benar-benar mukmin dan siapa yg hanya mukmin di bibir saja.


Salah satu bukti bahwa seorang mukmin telah lulus cobaan dalam ni’mat harta kekayaan adl ia dgn ikhlas mengunakannya utk ibadah haji. Sehingga bagi orang demikian akan memperoleh haji yg mabrur. Sedang haji mabrur pahalanya hanyalah surga sebagaimana sabda Nabi SAW ?Orang yg dapat mencapai haji yg mabrur tiada pahala yg pantas baginya selain surga?. .

Betapa gembira dan bahagianya orang kaya yg dapat mencapai haji mabrur demikian. Belum lagi jika ia sempat salat berjamaah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi maka tiada terkira lagi pahalanya. Namun ini konteksnya adl orang yang kaya. Sedang orang yg tidak mampu / miskin tidak perlu berkecil hati. Bagi kita yg tidak mampu maka konteksnya terkandung dalam hadis Nabi SAW berikut “Hajinya orang yg tidak mampu adalah berpuasa pada hari Arafah .?

Itulah maka sangat disayangkan bila di antara kita ada yg menyia-siakan kesempatan dari Allah yakni tidak mau berpuasa pada tanggal 9 Zul Hijjah yg disebut puasa Arafah itu.

Cobaan tentang harta kekayaan juga berkaitan dgn pelaksanaan ibadah udhiyah yakni menyembelih hewan yang terkenal dgn hewan qurban di hari raya. Karena pada hari ini Allah mensyariatkan utk ber-udhiyah {menyembelih hewan} maka hari raya ini disebut dgn hari raya Adha wa biha sumiya yaumal-adha. Demikian juga penjelasan Rasulullah SAW ?Hari raya fitrah adl pada hari manusia berbuka menyudahi puasa Ramadan. Sedangkan hari raya Adha adl pada hari manusia ber-udhiyah ? .

Maka salah satu bukti lagi bahwa seseorang lulus dari cobaan harta adl ia dgn ikhlas mau mengunakannya untuk ber-udhiyah baik itu berupa sapi kerbau maupun kambing. Ini tergantung pada kemampuan masing-masing. Seekor kambing boleh digunakan utk satu orang beserta keluarga seisi rumahnya. Sedang sapi / kerbau boleh utk tujuh orang beserta keluarga seisi rumah mereka masing-masing. Daging sembelihan ini termasuk syiar agama yakni utk dimakan menjamu tamu diberikan kepada yg meminta atau yg tidak meminta {orang mampu}. Daging ini juga boleh disimpan utk dimakan hingga hari tasyrik . Allah berfirman ?Makanlah sebagiannya dan utk memberi makan orang yg tidak meminta dan orang yg meminta?. {QS. Al-Hajj 36}.

Sementara Nabi bersabda ?Makanlah utk memberi makan dan simpanlah !?

Sementara itu cobaan besar terhadap sesuatu yg dimiliki manusia pernah dialami Abul Anbiya? Khalilurrahman Ibrahim AS. Beliau telah lulus ujian atau cobaan dari Allah. Hal ini didokumentasikan dalam Al-Qur?an ?Dan ketika Ibrahim diberi cabaan oleh Tuhannya dgn beberapa kalimat lalu Ibrahim lulus dalam cobaan itu. Allah berfirman ?Sesungguhnya Aku menjadikan kamu hai Ibrahim Imam semua manusia ..?. ?

Kelulusan Ibrahim tidak hanya dalam melaksanakan perintah Allah tetapi juga dalam kebijaksanaannya menyampaikan perintah itu kepada anaknya yg sangat dicintainya. Beliau tidak langsung mengambilnya tiba-tiba dan tidak pula mencari kelengahan atau dgn taktik menculik teror dan intimidasi. Meskipun Ibrahim memiliki massa yg banyak tetapi beliau tidak menggunakan massa agar anaknya bertekuk lutut di hadapannya. Perintah Allah disampaikannya dgn transparan penuh argumentasi Ilahiah.

Sedangkan Ismail anak yg patuh dan mengerti kedudukan orang tuanya dan posisinya sebagai anak ia tidak membangkang dan tidak bimbang. Ismail memberikan jawaban yg memancarkan keimanan tawaddu? dan tawakkal kepada Allah bukan utk menonjolkan kepahlawanan atau kegagahan mencari popularitas. Ia tidak melakukan unjuk rasa yang konfrontatif tanpa mengindahkan akhlakul karimah atau dgn kekerasan utk memprotes kehendak bapaknya.

Sungguh dua tokoh bapak dan anak ini merupakan uswah hasanah bagi umat manusia. Bahkan syariat Nabi Muhammad SAW merupakan syariat yg dulunya telah diwahyukan Allah kepada Ibrahim . Maka kita menyembelih hewan qurban di hari ?Idul Adha ini termasuk meneladani sunnah Ibrahim sebagaimana sabda Nabi SAW ?Sunnatu abikum Ibrahim.? .

?Idul Adha memiliki makna yg penting dalam kehidupan. Makna ini perlu kita renungkan dalam-dalam dan selalu kita kaji ulang agar kita lulus dari berbagai cobaan Allah. Makna ?Idul Adha tersebut

Menyadari kembali bahwa makhluk yg namanya manusia ini adl kecil belaka betapapun berbagai kebesaran disandangnya. Inilah makna kita mengumandangkan takbir Allahu akbar !

Menyadari kembali bahwa tiada yg boleh di-Tuhankan selain Allah. Menuhankan selain Allah bukanlah semata-mata menyembah berhala seperti di zaman jahiliah. Di zaman globalisasi ini orang dapat menuhankan tokoh lebih-lebih lagi si Tokoh itu sempat menjadi pucuk pimpinan partainya menjadi presiden/wakil presiden atau ketua lembaga perwakilan rakyat. Orang sekarang juga cenderung menuhankan politik dan ekonomi. Politik adalah segala-galanya dan ekonomi adl tujuan hidupnya yg sejati. Bahkan HAM menjadi acuan utama segala gerak kehidupan sementara HAT diabaikan. Inilah makna kita kumandangkan kalimah tauhid La ilaha illallah !

Menyadari kembali bahwa pada hakikatnya yg memiliki puja dan puji itu hanyalah Allah. Maka alangkah celakanya orang yg gila puja dan puji sehingga kepalanya cepat membesar dadanya melebar dan hidungnya bengah bila dipuji orang lain. Namun segera naik pitam wajah merah dan jantung berdetak melambung bila ada orang yang mencela mengkritik dan mengoreksinya. Inilah makna kita kumandangkan tahmid Wa lillahil-hamd !

Menyadari kembali bahwa manusia ini ibarat sedang melancong atau bepergian yg suatu saat rindu utk pulang ke tempat tinggal asal yakni tempat yg mula-mula dibangun rumah ibadah bagi manusia Ka?bah Baitullah. Inilah salah satu makna bagi yg istita?ah tidak menunda-nunda lagi berhaji ke Baitullah. Di sini pula manusia disadarkan kembali bahwa pada hakikatnya manusia itu satu keluarga dalam ikatan satu keimanan. Siaopa pun dia dari bangsa apapun adl saudara bila ia mukmin atau muslim. Tetapi bila seseorang itu kafir adl bukan saudara kita meskipun dia lahir dari rahim ibu yg sama. Maka orang yg pulang dari haji hendaknya menjadi uswah hasanah bagi warga sekitarnya tidak membesar-besarkan perbedaan yg dimiliki sesama muslim terutama dalam hal yg disebut furu?iyah.

Menyadari kembali bahwa segala ni’mat yg diberikan Allah pada hakikatnaya adl sebagai cobaan atau ujian. Apabila ni’mat itu diminta kembali oleh yg memberi maka manusia tidak dapat berbuat apa-apa. Hari ini jadi konglomerat esok bisa jadi melarat dgn hutang bertumpuk jadi karat. Sekarang berkuasa lusa bisa jadi hina tersia-sia oleh massa. Kemaren jadi kepala kantor dgn mobil Timor entah kapan mungkin bisa jadi bahan humor krn naik sepeda bocor. Sedang ni’mat yg berupa harta hendaknya kita ikhlas utk berinfaq di jalan Allah seperti utk ber-udhiyah .

Percayalah dalam hal harta apabila kita ikhlas di jalan Allah niscaya Allah akan membalasnya dgn berlipat ganda. Tetapi jika kita justru kikir pelit tamak bahkan rakus tunggulah kekurangan kemiskinan dan kegelisahan hati selalu menghimpitnya.

Akhirnya semoga ?Idul Adha dgn berbagai ibadah yg kita laksanakan sekarang ini dapat membangunkan kembali tidur kita . Kemudian kita berihtiar lagi sekuat tenaga utk memperbanyak amal saleh sebagai pelebur amal-amal buruk selama ini. Amin !

Read More ..

Read More......

Selasa, 24 November 2009

ISU KIAMAT YANG BMERESAHKAN

0 komentar

Di internet saat ini tengah dibanjiri tulisan yang membahas prediksi suku Maya yang pernah hidup di selatan Meksiko atau Guatemala tentang kiamat yang bakal terjadi pada 21 Desember 2012.

Pada manuskrip peninggalan suku yang dikenal menguasai ilmu falak dan sistem penanggalan ini, disebutkan pada tanggal di atas akan muncul gelombang galaksi yang besar sehingga mengakibatkan terhentinya semua kegiatan di muka Bumi ini.

Di luar ramalan suku Maya yang belum diketahui dasar perhitungannya, menurut Deputi Bidang Sains Pengkajian dan Informasi Kedirgantaraan, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Bambang S Tedjasukmana, fenomena yang dapat diprakirakan kemunculannya pada sekitar tahun 2011-2012 adalah badai Matahari. Prediksi ini berdasarkan pemantauan pusat pemantau cuaca antariksa di beberapa negara sejak tahun 1960-an dan di Indonesia oleh Lapan sejak tahun 1975.

Dijelaskan, Sri Kaloka, Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa Lapan, badai Matahari terjadi ketika muncul flare dan Coronal Mass Ejection (CME). Flare adalah ledakan besar di atmosfer Matahari yang dayanya setara dengan 66 juta kali ledakan bom atom Hiroshima. Adapun CME merupakan ledakan sangat besar yang menyebabkan lontaran partikel berkecepatan 400 kilometer per detik.

Gangguan cuaca Matahari ini dapat memengaruhi kondisi muatan antariksa hingga memengaruhi magnet Bumi, selanjutnya berdampak pada sistem kelistrikan, transportasi yang mengandalkan satelit navigasi global positioning system (GPS) dan sistem komunikasi yang menggunakan satelit komunikasi dan gelombang frekuensi tinggi (HF), serta dapat membahayakan kehidupan atau kesehatan manusia. ”Karena gangguan magnet Bumi, pengguna alat pacu jantung dapat mengalami gangguan yang berarti,” ujar Sri.


Langkah antisipatif

Dari Matahari, miliaran partikel elektron sampai ke lapisan ionosfer Bumi dalam waktu empat hari, jelas Jiyo Harjosuwito, Kepala Kelompok Peneliti Ionosfer dan Propagasi Gelombang Radio. Dampak dari serbuan partikel elektron itu di kutub magnet Bumi berlangsung selama beberapa hari. Selama waktu itu dapat dilakukan langkah antisipatif untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan.

Mengantisipasi munculnya badai antariksa itu, lanjut Bambang, Lapan tengah membangun pusat sistem pemantau cuaca antariksa terpadu di Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa Lapan Bandung. Obyek yang dipantau antara lain lapisan ionosfer dan geomagnetik, serta gelombang radio. Sistem ini akan beroperasi penuh pada Januari 2009 mendatang.

Langkah antisipatif yang telah dilakukan Lapan adalah menghubungi pihak-pihak yang mungkin akan terkena dampak dari munculnya badai antariksa, yaitu Dephankam, TNI, Dephub, PLN, dan Depkominfo, serta pemerintah daerah. Saat ini pelatihan bagi aparat pemda yang mengoperasikan radio HF telah dilakukan sejak lama, kini telah ada sekitar 500 orang yang terlatih menghadapi gangguan sinyal radio.

Bambang mengimbau PLN agar melakukan langkah antisipatif dengan melakukan pemadaman sistem kelistrikan agar tidak terjadi dampak yang lebih buruk. Untuk itu, sosialisasi harus dilakukan pada masyarakat bila langkah itu akan diambil.

Selain itu, penerbangan dan pelayaran yang mengandalkan satelit GPS sebagai sistem navigasi hendaknya menggunakan sistem manual ketika badai antariksa terjadi, dalam memandu tinggal landas atau pendaratan pesawat terbang.

Perubahan densitas elektron akibat cuaca antariksa, jelas peneliti dari PPSA Lapan, Effendi, dapat mengubah kecepatan gelombang radio ketika melewati ionosfer sehingga menimbulkan delai propagasi pada sinyal GPS.

Perubahan ini mengakibatkan penyimpangan pada penentuan jarak dan posisi. Selain itu, komponen mikroelektronika pada satelit navigasi dan komunikasi akan mengalami kerusakan sehingga mengalami percepatan masa pakai, sehingga bisa tak berfungsi lagi.

Saat ini Lapan telah mengembangkan pemodelan perencanaan penggunaan frekuensi untuk menghadapi gangguan tersebut untuk komunikasi radio HF. ”Saat ini tengah dipersiapkan pemodelan yang sama untuk bidang navigasi,” tutur Bambang.

Read More ..

Read More......